Nigeria mulai registrasi online peziarah buat Haji 2019

Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON) sudah meminta seluruh 36 negara, FCT & badan / lembaga peziarah Muslim lainnya buat memulai registrasi online dari para peziarah yg berniat buat Haji 2019.

Keputusan tadi adalah bagian menurut beberapa keputusan yg diambil oleh komisi pada pertemuan beserta menggunakan pejabat menurut negara bagian.

Pertemuan yang diadakan Kamis pada Abuja, pula meninjau kinerja Nigeria selama Haji 2017.

Pernyataan sang juru bicara NAHCON, Fatima Usara, mengatakan keputusan buat memulai pendaftaran dini diadopsi setelah ditemukan bahwa registrasi jamaah yang terlambat adalah kemunduran besar pada keberhasilan operasi haji.

“Pertemuan itu putusan bulat untuk sementara mematok ongkos Haji di N1.5 juta menunggu perhitungan akhir,” istilah Nyonya Usara.

Dia juga berkata bahwa rendezvous tersebut putusan bulat bahwa bila tarifnya disetorkan menggunakan angsuran, semua pembayaran harus diselesaikan dalam Februari 2019.

NAHCON menyampaikan para peziarah yang berniat untuk dicatat bahwa registrasi haji wajib dilakukan secara online menggunakan biaya hanya N500.

Dia mengatakan dakwaan sudah dimasukkan pada tarif total Haji.

“Tidak ada biaya tambahan yang dikenakan buat pembelian formulir Haji lantaran formulir Haji sudah usang,” ucapnya.

Juru bicara NAHCON mengungkapkan rendezvous itu juga menetapkan bahwa sebagai bagian berdasarkan langkah-langkah buat menjaga perencanaan yg sempurna saat, dewan kesejahteraan negara buat selanjutnya mengusulkan tanggal tentatif buat mengangkut jamaah mereka & menyerahkan resolusi tadi kepada komisi pada waktu 30 hari semenjak lepas pertemuan.

“Kepala eksekutif negara bagian yg berbicara mengenai tantangan akomodasi memuji akomodasi para peziarah Madinah dan mengajukan permohonan kepada NAHCON buat mempertahankan prestasi tadi.

“Karena itu diterima bahwa standar akomodasi pada Madinah tidak akan diturunkan,” ucapnya.

Dia jua menyampaikan buat akomodasi Makkah, yg adalah tanggung jawab negara, komite yang terdiri dari dua perwakilan dari masing-masing zona geopolitik didirikan buat meninjau kemungkinan mengamankan bangunan besar sebagai akomodasi ‘terpadu’ bagi para peziarah Nigeria.

Makanan

Mengenai kasus layanan katering, pertemuan menyarankan bahwa setiap negara harus bernegosiasi memberi makan peziarahnya eksklusif dengan katering & memotong mediator apa pun atas nama agen.

“Mereka jua dinasihati buat melihat kemungkinan mengekspor / memasok katering menggunakan berbagai jenis kuliner Nigeria buat digunakan dalam mempersiapkan makanan para peziarah Nigeria. Melakukan hal ini akan sebagai bagian menurut pendapatan generasi bagi negara-negara bagian, ”katanya.

Tetapi, ekspor semacam itu, pungkasnya, harus dilakukan secara ketat pada bawah pedoman dan izin Arab Saudi.

Sehubungan menggunakan diskusi tentang pemasukan pendapatan kepada dewan & badan pemerintah, pertemuan tadi mengamati tantangan yang dihadapi oleh dewan & badan peziarah negara dalam mendapatkan dukungan keuangan dari gubernur negara bagian, sang karena itu kebutuhan untuk melihat keluar buat penghasilan tambahan sebagai akibatnya mereka dapat beroperasi terlepas berdasarkan pendanaan pemerintah.

“Dalam pandangan ini, dewan kesejahteraan negara yg diklasifikasikan pada kategori ‘A’ akan mendapatkan biar buat memulai pengorganisasian layanan Umrah,” katanya.

Nyonya Usara menyampaikan nir terdapat laporan kehilangan koper peziarah atau air Zamzam yang direkam untuk Haji 2018.

Tetapi beliau berkata rendezvous itu menetapkan bahwa semua dewan negara bekerja sama dengan NAHCON & Kerajaan Arab Saudi pada mengakhiri perkara-perkara para peziarah yang melarikan diri selama Haji dan Umrah Murah Jakarta.

Dia berkata tingkat absennya para peziarah Nigeria “sudah menurun dalam beberapa tahun terakhir”. Dia mengungkapkan NAHCON akan memastikan bahwa semua pemohon Umrah dan Haji kembali pada saat yang dipengaruhi pada visa mereka.

Dia menyampaikan hadir pada rendezvous itu adalah sebagian akbar eksekutif negara atau wakil mereka & disepakati bahwa persiapan buat Haji 2019 dimulai dengan benar-benar-benar-benar.

Ketua NAHCON, Abdullahi Muhammad mengatakan dalam rendezvous itu bahwa perencanaan yang konsisten & tinjauan monoton adalah mekanisme yg diharapkan buat suksesnya bepergian Haji.

“Akibatnya, kegagalan pada pelatihan dan pembinaan ulang staf, penelitian, konsultasi, pemantauan dan evaluasi monoton, kepatuhan & penilaian yang ketat adalah resep buat kegagalan operasional haji total yang harus dihadapi oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Lantaran itu semua pemangku kepentingan didesak untuk memulai perencanaan seolah-olah Arafat akan segera mengambil loka,” kata Nyonya Usara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *